Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz: Serangan Kapal, Gangguan GPS, dan Ancaman Houthi Picu Krisis Energi Global
Sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz, menjadikan setiap gangguan di wilayah ini berdampak langsung pada pasar energi global.
Sejumlah kapal tanker dilaporkan berbalik arah atau mematikan sinyal AIS mereka guna mengurangi risiko menjadi target serangan.
Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman turut mengancam akan melanjutkan serangan terhadap kapal di Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, dan Teluk Aden sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.
Analis keamanan memperingatkan bahwa kapal dengan keterkaitan bisnis ke Amerika Serikat atau Israel berpotensi menjadi sasaran utama, meski kapal lain tetap berisiko terkena serangan tidak langsung.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.