Ilustrasi - Meta AI
Meta Tancap Gas Bangun Infrastruktur AI: Target Jutaan GPU Blackwell & Rubin - Apa Artinya bagi Tren AI 2026?
Konsekuensi paling “mahal” dari hyperscale AI ada di luar chip: listrik. IEA memperkirakan konsumsi listrik global data center dapat hampir dua kali lipat menjadi sekitar 945 TWh pada 2030, dengan pertumbuhan tajam didorong server terakselerasi (AI) dan kebutuhan infrastruktur seperti pendinginan.
Tekanan listrik ini sudah memicu reaksi kebijakan. Reuters melaporkan Gedung Putih akan menggelar pertemuan dengan perusahaan besar (termasuk Meta) untuk memformalkan “Rate Payer Protection Pledge”, dan Presiden Trump mengatakan perusahaan teknologi harus membangun pembangkit listrik mereka sendiri agar biaya tidak membebani konsumen.
Artinya, perlombaan AI infra mulai menyerupai proyek industrial-energi: lokasi pusat data, akses grid, kontrak listrik jangka panjang, hingga politik tarif listrik—semuanya kini ikut menentukan siapa yang bisa “menyalakan” AI dalam skala raksasa.
Untuk Asia Tenggara (termasuk Indonesia), sinyalnya jelas: pertumbuhan data center dan AI akan membawa peluang ekonomi digital, tetapi juga menuntut kesiapan grid dan efisiensi energi, karena IEA juga menyorot kawasan ini sebagai salah satu yang pertumbuhannya kuat menuju 2030.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.