Revitalisasi Sekolah di Sumsel: Wamen Atip Minta Pengawasan Ketat, Dorong “Deep Learning” yang Humanis & Menyenangkan
Di luar urusan bangunan, Wamen Atip menyinggung isu yang kerap menjadi “akar” kebijakan pendidikan: akurasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia menegaskan pentingnya kejujuran dalam pengisian data agar kebijakan tidak meleset dari fakta lapangan.
Kunjungan di SD Negeri 06 Indralaya diawali dengan peninjauan Kelas Matematika dan dialog bersama guru. Di sini, Atip mendorong matematika diajarkan tidak sekadar angka, tetapi lewat narasi yang dekat dengan kehidupan murid.
Ia berpesan agar guru mulai memberikan soal matematika yang kontekstual, dengan pembelajaran yang tetap mendalam namun terasa menyenangkan, sehingga murid memahami makna, bukan menghafal prosedur.
Dari Indralaya, agenda berlanjut ke SMP Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS)—sekolah yang disebut mencetak atlet-atlet berprestasi—di mana Wamen Atip berinteraksi dengan murid kelas 8 dalam sesi Bahasa Inggris.
Sesi tersebut menggunakan papan interaktif (Interactive Flat Panel), dan Atip mendorong murid berani berbicara tanpa takut salah soal grammar, karena keberanian dan kebiasaan dinilai sebagai langkah awal.
Ia menekankan Bahasa Inggris bukan sekadar nilai, tetapi “jendela” untuk mengakses sains dan komunikasi internasional. Karena itu, ia meminta guru membiasakan penggunaan Bahasa Inggris sepenuhnya di kelas agar murid terlatih.
Atip juga membagikan pendekatan belajar bahasa yang ia anggap efektif: biarkan murid berbicara dulu, kesalahan wajar, lalu grammar diperbaiki perlahan setelah rasa percaya diri terbentuk.
Untuk menjaga antusiasme, ia disebut memberi kuis seputar dunia olahraga sebagai pemantik motivasi bagi murid atlet, selaras dengan pendekatan pembelajaran yang “hidup” dan relevan.
Rangkaian kunjungan ditutup di SMA Negeri 21 Palembang dengan peninjauan hasil revitalisasi. Sekolah ini menerima bantuan Rp3,2 miliar untuk pembangunan 11 Ruang Kelas Baru (RKB) dan tiga paket toilet.
Kunjungan itu juga menjadi penanda peresmian simbolis program revitalisasi untuk 42 satuan pendidikan di seluruh Provinsi Sumatra Selatan, sebagaimana dipaparkan dalam siaran pers.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.