Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menegaskan revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar proyek fisik, melainkan amanah rakyat untuk masa depan anak. Ia meminta pengawasan bersama atas anggaran, menyorot efisiensi skema swakelola, dan mendorong pembelajaran mendalam (deep learning) yang kontekstual serta menyenangkan.
Sosialisasi tahap II ini menyasar simpul-simpul ekosistem pendidikan: Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Provinsi, hingga satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk Sekolah Indonesia Luar Negeri.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa data bukan sekadar angka administratif, tetapi fondasi utama agar kebijakan pendidikan betul-betul tepat sasaran.