Rupiah Melemah ke Rp17.009 per Dolar AS pada Perdagangan Sore Ini
Penguatan dolar AS pada awal pekan ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan rupiah. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut menguat seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter dari Federal Reserve juga mempengaruhi pergerakan dolar AS. Investor masih mencermati arah suku bunga yang berpotensi tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat berpotensi membuat arus modal global kembali mengalir ke negara tersebut. Kondisi ini biasanya berdampak pada pelemahan mata uang negara berkembang karena investor menarik dana dari pasar emerging markets.
Dari sisi domestik, pelaku pasar juga menantikan langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Bank sentral selama ini aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing guna meredam volatilitas.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.