Ketiga calon guru muda ini menyatakan bahwa pendidikan di NTT memiliki potensi besar dengan kekayaan budaya dan keragaman yang dimiliki. Namun, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, diperlukan komitmen nyata dari pemerintah mulai dari pusat hingga daerah, dukungan infrastruktur, penguatan kapasitas guru, dan penyelarasan kebijakan dengan kondisi lokal.
Persoalan ini bermula dari tindakan seorang oknum dosen pengampu mata kuliah Strategi Pembelajaran PAK (Semester 4, Kelas J & I). Oknum tersebut diduga melontarkan makian kasar dengan sebutan binatang dan "manusia bodoh" kepada para mahasiswanya.
Agenda rapat ini dilaksanakan di luar kantor pemerintahan formal sebagai bagian dari upaya Presiden untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga. Menurut Seskab Teddy, rangkaian pertemuan ini mencakup isu pendidikan tinggi, geopolitik, sekaligus kesiapan nasional menjelang momentum besar seperti Hari Raya Idulfitri.