The Aviationist - X - File foto jet F-15E Strike Eagle dari Skuadron Tempur ke-494. Di dalam kotak, gambar puing-puing jet yang jatuh di Iran.

AS Selamatkan Kolonel F-15E di Jantung Iran, Operasi Berani yang Jadi Kemenangan Taktis sekaligus Peringatan Strategis

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

Aktualis.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS berhasil menyelamatkan seorang kolonel Angkatan Udara yang menjadi perwira sistem senjata atau weapons systems officer pada F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh Iran. Peristiwa itu terjadi di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang kini memasuki pekan keenam. Menurut Reuters, perwira tersebut adalah kru kedua dari jet yang jatuh pada Jumat di wilayah Iran, setelah kru pertama lebih dulu ditemukan.

Trump membingkai operasi itu sebagai keberhasilan bersejarah. Dalam pernyataannya, ia berkata, “Over the past several hours, the United States Military pulled off one of the most daring Search and Rescue Operations in U.S. History.” Ia juga menambahkan bahwa perwira yang diselamatkan terluka, tetapi “he will be just fine.” Kutipan ini penting bukan hanya karena bernilai simbolik, melainkan karena Gedung Putih sedang berusaha menampilkan perang ini sebagai arena di mana Amerika tetap memegang kendali, bahkan ketika salah satu pesawat tempurnya berhasil dijatuhkan lawan.

Baca juga Sponsored / Suggested

Dari sisi kronologi, jet F-15E itu ditembak jatuh di atas Provinsi Isfahan pada Jumat, lalu kedua awaknya terlempar terpisah. Satu kru berhasil dievakuasi lebih dulu, sementara kru kedua tertinggal di wilayah musuh dan menjadi target pencarian Iran maupun AS. Reuters melaporkan bahwa perwira yang tertinggal itu bersembunyi di celah batu di puncak bukit setelah mengalami keseleo pada pergelangan kaki. Ia kemudian berhasil menjalin kontak dengan militer AS dan mengautentikasi identitasnya, langkah krusial agar pasukan penyelamat tidak masuk ke perangkap.

Bagian yang membuat operasi ini sangat “berdaging” adalah cara penyelamatannya dilakukan. Reuters melaporkan CIA menjalankan kampanye tipu daya dengan menanamkan informasi di dalam Iran bahwa AS sebenarnya sudah menemukan perwira itu dan sedang memindahkannya, padahal operasi utama belum dilakukan. Pada saat yang sama, militer AS melakukan pengacauan elektronik dan membombardir jalan-jalan kunci di sekitar lokasi untuk menghambat orang mendekat. Artinya, penyelamatan ini bukan sekadar terbang masuk lalu menjemput, melainkan gabungan operasi intelijen, penyesatan informasi, dan dukungan tempur yang kompleks.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement