Dari Medan Tempur ke Istana, Perjalanan Hidup Try Sutrisno Berakhir di Usia 90
Puncak karier militernya diraih pada 1988 saat ditunjuk sebagai Panglima ABRI menggantikan L.B. Moerdani. Jabatan ini menempatkannya sebagai salah satu figur paling berpengaruh di tubuh militer Indonesia kala itu.
Sebagai Panglima ABRI, ia menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional, termasuk operasi di Aceh dan Timor Timur. Salah satu peristiwa yang mendapat sorotan internasional adalah Insiden Dili 1991, yang memicu kritik luas terhadap pemerintah Indonesia.
Pada Februari 1993, menjelang Sidang Umum MPR, fraksi ABRI mencalonkannya sebagai Wakil Presiden. Pencalonan ini sempat memunculkan dinamika politik internal karena dianggap mendahului kehendak Presiden.
Namun pada 11 Maret 1993, Try resmi dilantik sebagai Wakil Presiden mendampingi Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998. Pelantikannya menandai pertama kalinya seorang perwira tinggi aktif militer langsung menduduki kursi wakil presiden.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.