JK Tempuh Jalur Polisi Hari Ini, Polemik Ijazah Jokowi Bergeser Jadi Sengketa Fitnah dan Nama Baik
Dari kubu JK, pelaporan ini disebut sebagai langkah untuk menghentikan penyebaran fitnah yang terus beredar di media sosial. JK bahkan menantang agar tuduhan itu dibuktikan secara jelas. “Kalau memang begitu, di mana dan kapan? Karena ini sudah tersebar,” katanya. Kalimat itu memperlihatkan bahwa yang dipersoalkan JK bukan hanya isi tuduhan, tetapi juga dampak penyebarannya yang telanjur membentuk opini publik. Dalam konteks politik nasional, tuduhan yang menyeret tokoh sekelas JK jelas tidak bisa dipandang sebagai gosip yang selesai dengan bantahan biasa.
Namun, perkara ini tidak berjalan satu arah. Kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang, membantah bahwa kliennya pernah secara langsung menyebut nama Jusuf Kalla sebagai pihak yang mendanai polemik tersebut. Kepada kumparan, Jahmada mengatakan, “Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK (Jusuf Kalla), video yang beredar itu hoaks, AI.” Bantahan ini membuka babak baru, sebab inti sengketa kini bukan hanya pada isi tuduhan, tetapi juga pada keaslian materi digital yang beredar di publik.
Jahmada juga merespons rencana laporan polisi dari kubu JK dengan nada hati-hati. Ia menilai pelaporan tetap harus melewati tahapan awal di kepolisian dan tidak otomatis serta-merta diterima begitu saja. “Saya pikir biarkan saja dulu, kan tidak segampang itu membuat laporan. Nanti di SPKT diuji dulu bukti-bukti awal yang disodorkan,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kubu Rismon tampaknya akan bertahan pada dua garis utama: menyangkal pernah menyebut JK dan mempersoalkan validitas konten yang menjadi dasar pelaporan.
Sebelumnya Rismon telah mengakui ijazah Jokowi dan Gibran asli setelah melakukan kajian lanjutan. Artinya, fokus perdebatan kini bergeser dari substansi keaslian dokumen ke arah pertanyaan baru: siapa yang diduga berada di balik pembiayaan dan pembentukan narasi politiknya. Pergeseran itu memperlihatkan bahwa isu digital sering tidak berhenti pada pokok masalah, melainkan berkembang ke arah reputasi, motif, dan dugaan sponsor.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.