Menkeu Purbaya Tolak IKN Jadi Pusat Finansial Internasional: "Tempatnya Terlalu Sepi"

Redaksi - Menkeu Purbaya Tolak IKN Jadi Pusat Finansial Internasional: "Tempatnya Terlalu Sepi"

Jakarta, Aktualis.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudha secara tegas menolak gagasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menjadi pusat finansial internasional. Penolakan ini disampaikan Purbaya dalam sebuah diskusi panel mengenai prospek ekonomi Indonesia di Jakarta, hari ini, Jumat (3/7/2026). Ia beralasan bahwa kondisi IKN saat ini "terlalu sepi" dan belum memiliki ekosistem yang memadai untuk mendukung fungsi tersebut.

Purbaya Yudha menjelaskan bahwa prioritas utama pengembangan IKN adalah sebagai pusat pemerintahan dan administrasi negara. Menurutnya, upaya untuk menjadikannya pusat finansial global dalam waktu dekat adalah langkah yang prematur dan tidak realistis mengingat infrastruktur dan populasi yang masih minim. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para ekonom, pelaku bisnis, dan pejabat pemerintah lainnya yang hadir dalam forum tersebut.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Kita harus realistis. IKN saat ini masih dalam tahap pembangunan awal. Untuk menjadi pusat finansial internasional, sebuah kota membutuhkan ekosistem yang sangat kompleks, mulai dari populasi yang padat, fasilitas pendukung kelas dunia, hingga konektivitas global yang kuat," ujar Purbaya Yudha. "Saat ini, IKN masih terlalu sepi untuk peran sebesar itu. Fokus kita adalah memastikan fungsi pemerintahan berjalan optimal terlebih dahulu."

Ia menambahkan bahwa pengembangan IKN harus dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan prioritas pada pemindahan aparatur sipil negara (ASN) dan pembangunan fasilitas dasar. Gagasan menjadikan IKN sebagai pusat finansial internasional sebelumnya sempat muncul dalam beberapa diskusi publik, namun belum menjadi kebijakan resmi pemerintah.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement