SRC - Menuju Teheran, Prabowo Siapkan Diplomasi Redam Eskalasi Timur Tengah

Menuju Teheran, Prabowo Siapkan Diplomasi Redam Eskalasi Timur Tengah

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

JAKARTA, Aktualis.ID – Istana melalui kanal resmi Kementerian Sekretariat Negara mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto memang mendorong langkah diplomatik langsung terkait Iran di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.

Dalam keterangan kepada media, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyatakan, “Sambil melihat keadaan tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden, menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE.” Pernyataan ini menjadi dasar resmi paling kuat bahwa jalur ke Teheran memang sedang didorong oleh Presiden.

Baca juga Sponsored / Suggested
Baca juga Sponsored / Suggested

Masih dari sumber resmi yang sama, Nusron menegaskan misi itu bukan sekadar langkah simbolik, melainkan bagian dari upaya lebih luas untuk mencegah perang berkepanjangan di kawasan. Ia mengatakan, “Intinya, Pak Presiden, bersama delapan atau tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya.” Kutipan ini memperlihatkan bahwa fokus utama Prabowo adalah deeskalasi, bukan manuver politik sesaat.

Setneg juga memuat penjelasan dari Menteri Luar Negeri Sugiono yang menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menyampaikan tawaran peran mediasi secara langsung. Dalam berita resmi bertajuk Hadapi Eskalasi Global, Presiden Prabowo Tegaskan Kesiapan dan Peran Mediasi Indonesia, Sugiono berkata, “Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut.” Pernyataan ini menguatkan bahwa langkah Prabowo menuju Iran bukan rumor, melainkan bagian dari sikap resmi pemerintah Indonesia.

Dalam forum yang sama, Setneg juga mencatat penegasan dari Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengenai posisi Prabowo di tengah krisis tersebut. Yahya mengatakan, “Yang jelas bahwa Presiden menegaskan komitmennya, beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah.” Ia bahkan menambahkan bahwa Prabowo adalah figur yang diterima oleh banyak pihak, sehingga punya peluang menjadi jembatan komunikasi di tengah konflik yang terus membesar.

Like 1
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement