Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Kremlin mengenai kabar tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov justru menolak berkomentar saat ditanya soal laporan yang menyebut Mojtaba berada di Moskow untuk berobat.
Dalam pernyataannya, juru bicara militer Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi atau pelabuhan Iran akan dibalas dengan tindakan yang “menghancurkan dan merusak.”
Trump kemudian menegaskan bahwa hasil akhir yang ia inginkan adalah Iran menyerah, atau setidaknya dibuat tidak lagi berguna dari sisi kemampuan militer. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Gedung Putih masih mempertahankan garis keras terhadap Teheran di tengah eskalasi konflik yang terus berkembang.
Dalam berita resmi bertajuk Hadapi Eskalasi Global, Presiden Prabowo Tegaskan Kesiapan dan Peran Mediasi Indonesia, Sugiono berkata, “Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut.”
Pada Rabu, 4 Maret 2026, televisi pemerintah Iran sempat melaporkan bahwa peti jenazah Khamenei akan ditempatkan di Mosalla Teheran untuk penghormatan publik. Akan tetapi, jadwal itu kembali berubah, dari siang ke malam, lalu kembali ditunda tanpa kepastian waktu.
Di tingkat global, bentrokan ini menarik perhatian luas dan memicu pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk menyerukan penghentian aksi militer.
Beijing juga telah menegaskan melalui konferensi pers bahwa serangan militer tersebut tidak memiliki mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menyerukan penghentian eskalasi konflik tersebut sambil mendukung koordinasi dan dialog diplomatik guna menjaga stabilitas kawasan.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan, pemerintah tidak menunggu situasi memburuk untuk bergerak. Ia mengaku telah memerintahkan Duta Besar RI di Teheran menyiapkan langkah evakuasi bagi WNI di wilayah terdampak.
Khamenei menikah dengan Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh pada pertengahan 1960-an. Mansoureh lahir pada 23 Mei 1947 dan berasal dari keluarga religius di Mashhad. Pernikahan mereka menghasilkan enam anak, empat putra dan dua putri yang sebagian besar dikenal mempunyai peranan penting dalam sosial atau politik internal Iran.
Dalam pernyataannya, Trump mendorong rakyat Iran untuk merebut kembali kendali pemerintahan mereka sendiri, melihat peluang perubahan rezim setelah hilangnya figur dominan seperti Khamenei.