Iran Siap Lanjutkan Konflik, Menolak Semua Kontak Diplomasi
Aktualis.ID - Iran menolak keras kabar tentang pembicaraan rahasia dengan Amerika Serikat di tengah bentrokan bersenjata yang memasuki hari kelima antara Teheran dan Israel. Pernyataan ini disampaikan pejabat tinggi Iran melalui televisi pemerintah dan media sosial, menegaskan tidak ada kontak sama sekali dengan Washington.
Mohammad Mokhber, ajudan dekat almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, muncul di siaran televisi pemerintah pada 4 Maret. Ia menegaskan, “Iran tidak memiliki kontak dalam bentuk apa pun dengan Amerika Serikat. Tidak akan ada negosiasi dengan pemerintah AS.”
Ia menambahkan, “Iran tidak mempercayai Amerika Serikat dan tidak ada dasar untuk bernegosiasi dengan mereka. Kita dapat melanjutkan perang selama kita mau,” menandai sikap tegas Tehran di tengah eskalasi militer yang sedang berlangsung.
Spekulasi mengenai jalur diplomasi tidak langsung sempat mencuat setelah beberapa laporan internasional menyebut kemungkinan Oman menjadi mediator. Namun pejabat Iran membantah klaim itu, menekankan bahwa fokus negara adalah mempertahankan kedaulatan dan menanggapi serangan.
Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, juga menanggapi rumor ini melalui media sosial X (sebelumnya Twitter). Ia menyebut bahwa negosiasi nuklir yang diperlakukan seperti “transaksi properti” dan diselimuti kebohongan besar tidak akan membuahkan hasil.
Araghchi juga menyinggung mantan Presiden Donald Trump, menyatakan, “Trump mengkhianati diplomasi dan rakyat Amerika yang memilihnya,” merujuk pada keputusan politik sebelumnya yang memicu krisis kawasan.
Konflik saat ini bermula dari serangan udara yang dilancarkan Israel dan AS ke beberapa target di Iran, termasuk Teheran, yang menewaskan sejumlah komandan militer senior.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS, menandai eskalasi yang signifikan dari ketegangan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Beberapa analis menilai spekulasi jalur belakang muncul karena pengalaman Oman dalam memediasi pembicaraan nuklir sebelumnya. Namun pejabat Iran menegaskan tidak ada inisiatif diplomasi yang sedang berjalan.
Fokus Tehran tetap pada pertahanan negara dan balasan terhadap serangan, bukan membuka dialog dengan AS atau Israel dalam waktu dekat.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.