Refleksi Tiga Calon Guru Muda terhadap Pendidikan di NTT dengan Data dan Acuan Peraturan pada Momentum Hardiknas 2 Mei 2026

Redaksi - Refleksi Tiga Calon Guru Muda terhadap Pendidikan di NTT dengan Data dan Acuan Peraturan pada Momentum Hardiknas 2 Mei 2026

"Di lapangan, banyak kebijakan baik dari pusat tidak dapat diimplementasikan karena keterbatasan sumber daya dan pemahaman. Misalnya, program 'Guru Penggerak' yang seharusnya meningkatkan mutu pembelajaran, namun di banyak sekolah di NTT belum ada fasilitas untuk mendukung inovasi pembelajaran. Kita perlu pemerintah yang tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga memastikan implementasinya di lapangan," tegas Dicky Kause.

PENUTUP:

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲

Ketiga calon guru muda ini menyatakan bahwa pendidikan di NTT memiliki potensi besar dengan kekayaan budaya dan keragaman yang dimiliki. Namun, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, diperlukan komitmen nyata dari pemerintah mulai dari pusat hingga daerah, dukungan infrastruktur, penguatan kapasitas guru, dan penyelarasan kebijakan dengan kondisi lokal.

"Kita tidak hanya membutuhkan janji, tetapi tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh setiap guru dan siswa di pelosok NTT," ujar mereka secara bersama.

SUMBER:

- Data dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT Tahun 2026

- Laporan Penelitian Pendidikan Universitas Nusa Cendana (Undana)

- Dokumentasi dari tiga calon guru muda dalam diskusi melalui publik "Pendidikan untuk NTT Maju" (2 Mei 2026)

Like 1
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Advertisement