Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyatakan bahwa ia telah menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan menjaga keamanan energi nasional.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan menyebutnya sebagai bagian dari manipulasi informasi.
Harga minyak melonjak setelah Iran menghentikan lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur penting yang mengangkut sekitar 20% minyak dunia.
Sementara itu, Reuters menulis bahwa banyak negara Teluk kini justru mendesak Washington agar tidak menghentikan perang sebelum kemampuan militer Iran benar-benar dilumpuhkan. Menurut sejumlah sumber Teluk dan diplomat Barat-Arab, serangan Iran ke enam negara Teluk telah mengubah kalkulasi politik kawasan dan memperkuat desakan agar ancaman dari Teheran dine
Pezeshkian menyatakan perang tersebut, menurut versi Teheran, dipicu oleh “rezim Zionis” dan Amerika Serikat. Karena itu, ia menegaskan bahwa penyelesaian tidak cukup hanya dengan penghentian serangan, tetapi harus disertai pengakuan politik dan jaminan keamanan yang lebih luas bagi Iran.
Dalam pernyataannya, juru bicara militer Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi atau pelabuhan Iran akan dibalas dengan tindakan yang “menghancurkan dan merusak.”
Wang mengatakan penggunaan kekuatan militer bukanlah jalan untuk menyelesaikan masalah, karena senjata hanya akan melahirkan kebencian baru dan menambah penderitaan, terutama bagi warga sipil.
Trump kemudian menegaskan bahwa hasil akhir yang ia inginkan adalah Iran menyerah, atau setidaknya dibuat tidak lagi berguna dari sisi kemampuan militer. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Gedung Putih masih mempertahankan garis keras terhadap Teheran di tengah eskalasi konflik yang terus berkembang.
Di Tel Aviv dan Yerusalem, sirene udara meraung berulang kali pada dini hari, memaksa warga bergegas mencari perlindungan di ruang bawah tanah dan fasilitas publik yang difungsikan sebagai tempat aman. Militer Israel mengonfirmasi deteksi “beberapa ancaman rudal” yang melintas di atas wilayahnya.
Dalam pidato televisi nasional, Sánchez menegaskan bahwa kebijakan negara itu dapat diringkas dalam empat kata: no to war (tidak untuk perang). Ia menekankan bahwa Spanyol tidak akan terlibat dalam sesuatu yang dianggap merusak dunia dan bertentangan dengan nilai-nilai serta kepentingan nasionalnya semata karena takut akan pembalasan.