Ketegangan Tanpa Henti: Rudal Iran, Serangan Israel, dan Ancaman Perang Terbuka

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak pada Kamis pagi setelah Republik Islam Iran melancarkan serangkaian serangan udara baru terhadap wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut, menandai eskalasi tajam dalam konflik bersenjata yang sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu.

Serangan Iran dimulai sebelum fajar dan dilaporkan mencakup misil balistik dan drone bersenjata yang diluncurkan dari berbagai titik di dalam negeri serta wilayah yang diduduki sekutunya. Stasiun televisi negara Iran mengatakan tujuan operasi kali ini adalah untuk “menjawab agresi berkelanjutan dari pihak musuh.”

Baca juga Sponsored / Suggested

Di Tel Aviv dan Yerusalem, sirene udara meraung berulang kali pada dini hari, memaksa warga bergegas mencari perlindungan di ruang bawah tanah dan fasilitas publik yang difungsikan sebagai tempat aman. Militer Israel mengonfirmasi deteksi “beberapa ancaman rudal” yang melintas di atas wilayahnya.

Dalam pernyataannya, militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara mereka telah berhasil menjatuhkan sebagian besar misil jelajah yang masuk, namun beberapa ledakan masih terdengar di pinggiran kota besar. “Kami berada dalam kesiapsiagaan penuh,” ujar juru bicara Angkatan Pertahanan Israel (IDF).

Iran juga mengklaim bahwa serangan mereka menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah Timur Tengah, tanpa merinci lokasi-lokasi spesifik. Serangan terhadap aset-aset AS ini merupakan bagian dari apa yang Teheran sebut sebagai “operasi balasan menyeluruh.”

Sementara itu, otoritas militer Amerika Serikat belum secara penuh mengonfirmasi semua klaim serangan Iran tersebut, namun Pentagon mengakui adanya beberapa peringatan ancaman terhadap pasukan dan fasilitas AS di kawasan.

Konfrontasi ini berlanjut hanya sehari setelah sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran dalam sebuah operasi yang menurut sumber militer Washington sebagai tindakan defensif terhadap ancaman langsung.

Sejak Sabtu lalu, AS dan Israel telah meningkatkan serangan udara mereka terhadap target-target di Iran, termasuk fasilitas militer, jaringan rudal, dan lokasi-lokasi yang terkait dengan program nuklir Teheran.

Sumber di Teheran mengatakan serangan udara AS-Israel itu begitu intens hingga upacara berkabung resmi yang direncanakan untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei — yang tewas pada awal konflik — ditunda. Kejadian ini mengingatkan publik pada duka masa lalu, seperti pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 yang dihadiri jutaan orang.

Pemerintah Iran menyatakan serangan terbaru ini sebagai langkah yang sah dan diperlukan untuk melindungi kedaulatan nasionalnya serta mengusir apa yang disebutnya “ancaman imperialistik Amerika dan Zionis.”

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement