Spanyol Bantah Klaim Gedung Putih soal Kerja Sama Militer terhadap Iran
Aktualis.ID - Ketegangan antara Spanyol dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas setelah klaim yang dikeluarkan oleh Gedung Putih kontradiksi dengan pernyataan resmi pemerintah Spanyol mengenai keterlibatan militer dalam konflik terhadap Iran. Percikan diplomatik itu muncul di tengah krisis geopolitik besar menyusul serangan bersama AS dan Israel ke wilayah Iran, yang telah memicu kontroversi internasional.
Pekan ini, Gedung Putih, melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt, menyatakan kepada awak media bahwa Spanyol telah setuju untuk “bekerja sama dengan militer AS” dalam konteks operasi militernya terhadap Iran menyusul tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Leavitt mengklaim bahwa pemerintahan Spanyol merespons “pesan Presiden Trump dengan jelas” dan mengindikasikan koordinasi antara militer AS dan militer Spanyol selama beberapa jam terakhir.
Pernyataan Gedung Putih ini langsung dibantah oleh pemerintah Spanyol, yang menegaskan bahwa posisi mereka tidak berubah sama sekali. Menteri Luar Negeri José Manuel Albares menegaskan bahwa klaim kerja sama militer yang disampaikan oleh Gedung Putih adalah “salah secara kategoris”, dan pemerintah Spanyol tetap menolak tindakan militer yang tidak memiliki mandat hukum internasional. “Posisi pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah dan pemboman Iran tidak berubah sedikit pun,” ujar Albares dalam wawancara dengan radio Cadena SER di Madrid.
Kebijakan Spanyol terhadap konflik ini telah jelas sejak awal. Presiden Pedro Sánchez secara terbuka mengutuk serangan militer yang dipimpin oleh AS dan Israel terhadap Iran, dan menolak permintaan penggunaan pangkalan militer Spanyol untuk operasi tersebut. Dalam pidato televisi nasional, Sánchez menegaskan bahwa kebijakan negara itu dapat diringkas dalam empat kata: no to war (tidak untuk perang). Ia menekankan bahwa Spanyol tidak akan terlibat dalam sesuatu yang dianggap merusak dunia dan bertentangan dengan nilai-nilai serta kepentingan nasionalnya semata karena takut akan pembalasan.
Pemerintah Spanyol juga menolak klaim bahwa mereka telah setuju untuk membuka pangkalan militer Rota dan Morón di selatan Spanyol untuk operasi AS terhadap Iran, dan menegaskan bahwa setiap penggunaan fasilitas militer bersama memerlukan otorisasi resmi berdasarkan hukum dan perjanjian bilateral yang berlaku.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.