Anies Sentil Board of Peace: Perdamaian Kok Dipelopori Pelanggar Hukum Internasional?
Jakarta, Aktualis.ID - Anies Rasyid Baswedan menyampaikan kritik terhadap rencana/keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif perdamaian yang dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam unggahan di akun X resminya, Anies menulis pembuka, “Bila boleh urun pendapat soal Board of Peace…”
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui narasi panjang (sebagaimana transkrip video yang beredar), Anies menilai posisi Indonesia di panggung global semestinya berpijak pada amanat Pembukaan UUD 1945: ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Ia juga mengingatkan warisan “Spirit of Bandung” serta reputasi Indonesia sebagai pelopor Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok.
Anies menekankan politik luar negeri bebas aktif bukan sekadar hadir dalam semua forum, melainkan memilih forum yang selaras dengan prinsip kedaulatan dan penegakan hukum internasional. Ia menyebut BoP “tertulis menjanjikan perdamaian”, namun mengkritik kredibilitasnya jika pendirinya justru dikaitkan dengan tindakan militer yang dipandang melanggar hukum internasional.
Anies mendorong Indonesia menggunakan momentum eskalasi konflik terbaru untuk menarik diri dari BoP dan menyatakan sikap bahwa Indonesia tidak dapat berada dalam forum perdamaian yang menutup mata atas dugaan pelanggaran hukum internasional.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia menyatakan pembahasan terkait BoP sedang ditunda (on hold) karena perhatian global tersedot ke eskalasi konflik di Iran. Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut Indonesia juga melakukan konsultasi dengan negara-negara Teluk yang terdampak.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.