Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nakhoda di Selat Sunda Diminta Waspada

Jakarta, Aktualis.ID - Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada hari ini, Minggu (05/07/2026), dengan mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.500 meter di atas puncak kawah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera mengeluarkan peringatan dini, meminta seluruh nakhoda kapal yang melintas di perairan Selat Sunda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya.

Erupsi tercatat beberapa kali sejak Sabtu (04/07/2026) malam, dengan intensitas tertinggi terjadi pada Minggu pagi. Material abu vulkanik bergerak ke arah timur laut, berpotensi mengganggu jarak pandang dan keselamatan pelayaran di sekitar perairan Selat Sunda, terutama pada jalur penyeberangan vital Merak-Bakauheni.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nakhoda kapal dan nelayan, untuk tidak mendekati radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau," kata Kepala PVMBG, Dr. Ir. Hendra Gunawan, dalam keterangan persnya hari ini. "Status Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga), yang berarti aktivitas vulkanik tinggi dan berpotensi menimbulkan bahaya."

Selain imbauan jarak aman, PVMBG juga mengingatkan potensi hujan abu di beberapa wilayah pesisir Banten dan Lampung jika arah angin berubah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait pola arah angin dan potensi sebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi kondisi cuaca maritim.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement