whitehouse.gov - Galery White House

Trump Ancam Infrastruktur Iran Jika Hormuz Tetap Ditutup, Krisis Energi Global Kian Nyata

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

Sampai sekarang, tanda-tanda yang muncul justru memperlihatkan Iran belum berniat cepat melunak. Reuters melaporkan penilaian intelijen AS menyebut Teheran kemungkinan besar akan mempertahankan cekikannya atas selat itu karena daya ungkit tersebut dianggap lebih bernilai daripada kompromi dini. AP juga melaporkan Iran mengaitkan pembukaan kembali Hormuz dengan kompensasi kerusakan perang, sementara ancaman gangguan terhadap Bab el-Mandeb ikut menambah kecemasan pasar. Dengan kata lain, dari sudut pandang Iran, selat ini bukan hanya alat perang, tetapi jaminan tawar dalam negosiasi pascaperang, bahkan mungkin sumber pemasukan untuk pemulihan nasional.

Meski retorika publik terlihat brutal, jalur belakang diplomasi belum mati. Reuters melaporkan Mesir telah berbicara terpisah dengan utusan AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, sementara Turki dan Pakistan juga aktif menjadi perantara. Pakistan bahkan disebut sempat menjadi tuan rumah pembahasan usulan de-eskalasi dan opsi membuka kembali Hormuz. Fakta ini penting karena menunjukkan bahwa di balik ancaman terbuka Trump, Washington tetap menyisakan ruang tawar. Problemnya, ruang itu makin menyempit ketika masing-masing pihak mengunci posisi di depan publik dan menjadikan tekanan reputasi bagian dari strategi negosiasi.

Baca juga Sponsored / Suggested
Baca juga Sponsored / Suggested

Dampak ekonominya sudah terasa nyata. Reuters mencatat harga minyak melonjak lagi pada pembukaan perdagangan Senin, dengan Brent di sekitar US$110,74 per barel dan WTI di US$112,25, setelah pekan lalu WTI sempat melonjak lebih dari 11 persen dalam satu hari. OPEC+ memang menyepakati kenaikan kuota produksi 206 ribu barel per hari untuk Mei, tetapi Reuters menilai tambahan itu lebih bersifat simbolis karena kerusakan infrastruktur dan hambatan perang membuat pasokan baru sulit benar-benar mengalir. Jadi, persoalan saat ini bukan sekadar berapa minyak diproduksi, melainkan apakah minyak itu bisa bergerak aman keluar dari Teluk.

Ada satu detail yang membuat situasi semakin rumit: Hormuz ternyata tidak sepenuhnya gelap total. Reuters melaporkan sebuah tanker sewaan Petronas yang membawa sekitar 1 juta barel minyak Irak berhasil melintas, menyusul kebijakan Iran yang memberi pengecualian bagi Irak dan beberapa kapal tertentu. Hari ini Reuters juga melaporkan Irak mendesak pembeli mengirim jadwal lifting setelah pengecualian transit itu muncul. Dari sini terlihat strategi Iran bukan menutup mati jalur secara absolut, melainkan mengubah Hormuz menjadi sistem akses bersyarat. Itu berarti Teheran sedang membangun kontrol, bukan kekacauan murni. Dan kontrol seperti ini justru lebih sulit dipatahkan dengan ancaman sederhana.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement