Sidang Nadiem Hari Ini Ungkap Ketegangan di Internal Kemendikbudristek

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

JAKARTA, Aktualis.ID – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook hari ini tidak hanya membuka soal proyek dan anggaran, tetapi juga mengungkap ketegangan hubungan kerja di internal Kemendikbudristek era Nadiem Makarim. Dalam persidangan, mantan pejabat kementerian menyampaikan adanya rasa takut terhadap lingkaran dekat menteri, terutama mantan staf khusus yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam proses pengambilan keputusan.

Momen paling menyita perhatian muncul ketika terdakwa Mulyatsyah, mantan Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020, berbicara langsung kepada Fiona Handayani yang dihadirkan sebagai saksi. Di hadapan majelis hakim, Mulyatsyah mengatakan, “Ibu, ada kesan yang kami rasakan, Ibu dan Pak Jurist itu orang yang kita hindari dan kita takuti.” Ia kemudian menambahkan, “Mungkin bukan saya saja, mungkin pejabat-pejabat lain juga merasakan hal yang sama.”

Baca juga Sponsored / Suggested
Baca juga Sponsored / Suggested

Pernyataan itu langsung dibantah Fiona. Mantan staf khusus Nadiem tersebut menjawab singkat, “Itu pendapat Pak Mul saja.” Bantahan ini menegaskan bahwa sidang hari ini bukan hanya memeriksa perkara pengadaan, tetapi juga memperlihatkan benturan narasi antara pejabat struktural dan lingkaran nonstruktural di sekitar menteri pada masa itu.

Selain soal rasa takut di kalangan pejabat, persidangan hari ini juga menyinggung isi berita acara pemeriksaan Fiona terkait potensi masalah dalam skema pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Dalam BAP yang dibacakan hakim, Fiona disebut pernah menilai ada hal yang berbahaya dalam usulan pemisahan lisensi perangkat lunak Google dari pengadaan laptop. Hakim membacakan kutipan BAP itu, “Saat itu saya merasa itu berbahaya seingat saya karena kemungkinan terkait isu risiko monopoli.” Fiona membenarkan isi keterangan tersebut di persidangan.

Like 3
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement