White House - Trump Akui Terkejut atas Serangan Iran ke Negara-Negara Teluk
Trump Akui Terkejut atas Serangan Iran ke Negara-Negara Teluk
Dalam perkembangan terbaru, Trump juga meminta sejumlah negara lain mengirim kapal perang untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi dunia. Associated Press melaporkan bahwa hingga kini belum ada negara yang secara resmi berkomitmen ikut dalam koalisi itu, meski Trump terus menekan China, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Prancis untuk membantu.
Sementara itu, Reuters menulis bahwa banyak negara Teluk kini justru mendesak Washington agar tidak menghentikan perang sebelum kemampuan militer Iran benar-benar dilumpuhkan. Menurut sejumlah sumber Teluk dan diplomat Barat-Arab, serangan Iran ke enam negara Teluk telah mengubah kalkulasi politik kawasan dan memperkuat desakan agar ancaman dari Teheran dinetralkan untuk jangka panjang.
Meski mengakui Iran mampu membalas dengan keras, Trump secara terbuka belum menunjukkan tanda-tanda menyerah. Dalam transkrip konferensi pers yang dipublikasikan Rev, ia masih menyatakan AS “wiped every single force in Iran out very completely,” menyebut Iran nyaris tidak lagi memiliki angkatan laut, angkatan udara, radar, telekomunikasi, dan kepemimpinan yang utuh. Ia juga mengatakan perang itu berjalan “very soon” menuju akhir menurut versinya.
Karena itu, pernyataan Trump lebih tepat dibaca sebagai pengakuan bahwa Iran ternyata mampu memberi respons yang lebih besar dari perkiraan awal Washington, bukan sebagai pengumuman resmi bahwa AS telah kalah. Namun secara politik, komentar bahwa Washington “terkejut” atas serangan Iran ke negara-negara Teluk jelas memberi amunisi baru bagi kritik yang menilai Gedung Putih meremehkan kapasitas balasan Teheran.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.