DKI Jakarta Tunda Renovasi 22 Sekolah Akibat Pemotongan DBH dan Efisiensi Anggaran
Jakarta, Aktualis.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini, Sabtu, 25 Juli 2026, mengumumkan penundaan renovasi 22 gedung sekolah yang tersebar di seluruh wilayahnya. Keputusan ini diambil setelah adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat serta kebijakan efisiensi anggaran daerah yang ketat. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Budi Santoso, menjelaskan bahwa penundaan ini merupakan langkah yang tidak terhindarkan setelah evaluasi mendalam terhadap ketersediaan dana.
Sebanyak 22 sekolah tersebut sebelumnya telah masuk dalam daftar prioritas renovasi total untuk tahun anggaran 2026. Namun, dengan adanya pemangkasan anggaran yang signifikan, proyek vital ini terpaksa ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Kondisi ini berdampak langsung pada fasilitas belajar mengajar ribuan siswa di Ibu Kota.
Budi Santoso, dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat kemarin, menyatakan, "Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Pemotongan DBH sebesar 15 persen dari proyeksi awal dan efisiensi anggaran internal membuat kami harus merealokasi dana untuk prioritas yang lebih mendesak, seperti operasional rutin dan gaji guru." Ia menambahkan bahwa kondisi beberapa sekolah memang sudah memerlukan perbaikan mendesak untuk menjamin kenyamanan dan keamanan siswa.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Siti Aminah, menyoroti dampak kebijakan ini. "Penundaan renovasi ini akan memperburuk kondisi infrastruktur pendidikan di Jakarta. Kami mendesak Pemprov untuk mencari solusi alternatif, mungkin dengan skema pembiayaan lain atau mengajukan permohonan khusus ke pemerintah pusat," ujarnya saat dihubungi hari ini. Siti Aminah juga menekankan pentingnya menjaga kualitas fasilitas pendidikan demi kenyamanan dan keamanan siswa.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.