MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisah dari Alokasi Pendidikan Nasional

Jakarta, Aktualis.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, Kamis (30/7/2026), memutuskan bahwa alokasi anggaran untuk program Merdeka Belajar Generasi (MBG) wajib dipisahkan secara tegas dari total anggaran pendidikan nasional. Putusan ini dibacakan dalam sidang pleno terbuka di Gedung MK, Jakarta, menyusul uji materi yang diajukan oleh Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan.

Keputusan ini diambil setelah MK mengabulkan sebagian permohonan pemohon yang berargumen bahwa pencampuran anggaran MBG ke dalam pos anggaran pendidikan melanggar amanat konstitusi Pasal 31 ayat (4) UUD 1945, yang mengamanatkan 20% anggaran negara dialokasikan untuk pendidikan murni. Koalisi menilai, beberapa komponen dalam MBG tidak sepenuhnya mencerminkan belanja pendidikan inti, sehingga berpotensi menggerus alokasi untuk sektor pendidikan dasar dan menengah yang lebih krusial.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Ketua Mahkamah Konstitusi, Dr. H. Anwar Usman, dalam pembacaan putusan menegaskan, "Penggabungan anggaran program yang memiliki cakupan luas seperti Merdeka Belajar Generasi ke dalam satu payung anggaran pendidikan tanpa pemisahan yang jelas, berpotensi menimbulkan ambiguitas dan mengurangi transparansi. Konstitusi menghendaki alokasi 20% tersebut benar-benar untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang esensial dan bukan program-program pendukung yang sifatnya lebih diskresioner." Putusan ini secara tidak langsung menyoroti celah interpretasi mengenai definisi "anggaran pendidikan" yang selama ini menjadi perdebatan.

Sejak diundangkannya UUD 1945, amanat 20% anggaran pendidikan selalu menjadi sorotan. Dalam praktiknya, pemerintah kerap memasukkan berbagai program lintas sektor yang dianggap relevan dengan pendidikan, termasuk program pelatihan, riset, hingga beasiswa yang tidak selalu berada di bawah Kementerian Pendidikan. Program Merdeka Belajar Generasi sendiri diluncurkan tiga tahun lalu dengan tujuan mempercepat adaptasi kurikulum dan teknologi di sekolah-sekolah, namun kritik muncul karena sebagian anggarannya dialokasikan untuk kegiatan yang dianggap lebih bersifat pengembangan kapasitas non-kurikuler.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement