Prabowo Tegaskan Perusahaan Tambang Batu Bara Wajib Hilirisasi, Ancam Sanksi Tegas
Jakarta, Aktualis.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hari ini, Selasa (04/08/2026), kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mewajibkan seluruh perusahaan tambang batu bara di Indonesia menjalankan program hilirisasi. Peringatan keras ini disampaikan dalam sebuah pertemuan terbatas dengan sejumlah menteri koordinator dan perwakilan asosiasi pengusaha tambang di Istana Negara, Jakarta.
Penegasan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, menciptakan lapangan kerja, serta menjamin ketahanan energi nasional di masa depan. Pemerintah tidak akan mentolerir perusahaan yang abai terhadap mandat ini, dengan ancaman sanksi tegas mulai dari denda hingga pencabutan izin usaha pertambangan.
"Kita tidak bisa lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Kekayaan alam kita harus diolah di dalam negeri, memberikan nilai tambah maksimal bagi rakyat Indonesia," ujar Presiden Prabowo dengan nada tegas. "Hilirisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban mutlak yang harus dipatuhi oleh setiap pemegang konsesi tambang batu bara."
Mandat hilirisasi batu bara sebenarnya bukan hal baru. Kebijakan ini telah digaungkan sejak beberapa periode pemerintahan sebelumnya, namun implementasinya kerap terhambat oleh berbagai faktor, termasuk tingginya biaya investasi untuk pembangunan fasilitas pengolahan dan teknologi yang kompleks. Banyak perusahaan masih memilih jalur ekspor langsung karena dianggap lebih efisien dan menguntungkan dalam jangka pendek. Ironisnya, di tengah melimpahnya cadangan batu bara, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam optimalisasi pemanfaatan sumber daya ini untuk kebutuhan domestik.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.