Lima Polisi Teladan Raih Hoegeng Awards 2026, Soroti Tantangan Reformasi Institusi
Jakarta, Aktualis.ID - Hari ini, Sabtu, 01 Agustus 2026, lima anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan bergengsi Hoegeng Awards 2026 dalam sebuah seremoni yang digelar di Balai Sidang Jakarta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan inovasi mereka dalam melayani masyarakat, sekaligus menjadi teladan di tengah upaya reformasi institusi kepolisian.
Kelima polisi teladan tersebut adalah AKBP Budi Santoso dari Polrestabes Surabaya, Kompol Siti Aminah dari Polresta Yogyakarta, Aipda Made Wijaya dari Polresta Denpasar, Bripka Rahmat Hidayat dari Polres Palu, dan Ipda Clara Wijaya dari Polda Metro Jaya. Mereka terpilih dari ratusan nominasi yang masuk, melalui proses seleksi ketat oleh tim panelis independen yang menyoroti rekam jejak pelayanan publik, penegakan hukum humanis, serta pengabdian sosial yang luar biasa.
Hoegeng Awards, yang dinamai dari mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso, bertujuan untuk menginspirasi seluruh anggota Polri agar meneladani nilai-nilai kejujuran, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat. Namun, di tengah perayaan atas prestasi individu ini, tantangan besar masih membayangi institusi Polri secara keseluruhan, terutama dalam membangun kembali kepercayaan publik yang kerap terkikis oleh oknum-oknum yang menyimpang dari etika dan hukum.
AKBP Budi Santoso diapresiasi atas inovasinya dalam mengembangkan sistem pelaporan digital terintegrasi di Surabaya, yang berhasil memangkas birokrasi dan mempercepat respons kepolisian terhadap aduan masyarakat. Kompol Siti Aminah dikenal karena pendekatan empatinya yang humanis dalam menangani kasus kekerasan perempuan dan anak di Yogyakarta, memastikan korban mendapatkan perlindungan dan keadilan. Sementara itu, Aipda Made Wijaya berhasil menggerakkan komunitas pemuda di Denpasar dalam program pencegahan narkoba yang efektif. Bripka Rahmat Hidayat menunjukkan dedikasi luar biasa dalam rehabilitasi pasca-bencana di Palu, membantu membangun kembali fasilitas umum dan moral warga. Terakhir, Ipda Clara Wijaya berhasil mengungkap praktik korupsi kecil di tingkat desa di pinggiran Jakarta, yang meskipun skalanya kecil, berdampak besar pada anggaran dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.