RI Deflasi 0,14% pada Juli 2026: BPS Soroti Pangan dan Transportasi

Jakarta, Aktualis.ID - Indonesia mencatat deflasi sebesar 0,14 persen pada Juli 2026, sebuah angka yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, Selasa (4/8/2026). Penurunan harga ini terutama dipicu oleh anjloknya beberapa komoditas pangan strategis dan tarif transportasi.

Deflasi bulanan ini, yang diukur melalui Indeks Harga Konsumen (IHK), terjadi setelah sebelumnya inflasi tipis pada Juni. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa komoditas seperti bawang merah, cabai rawit, dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama deflasi, bersama dengan penurunan tarif angkutan udara pasca-musim liburan.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Meskipun deflasi seringkali diartikan sebagai kabar baik bagi konsumen karena daya beli yang meningkat, fenomena ini justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan produsen dan pelaku usaha kecil. Penurunan harga yang signifikan dapat mengikis margin keuntungan, bahkan menyebabkan kerugian bagi petani dan peternak, yang pada gilirannya berpotensi menekan produksi dan investasi.

"Deflasi Juli 2026 ini didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil -0,12 persen, serta kelompok transportasi dengan andil -0,03 persen," ujar Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/8/2026). "Beberapa komoditas pangan mengalami surplus pasokan yang cukup besar, sementara permintaan cenderung stabil atau sedikit menurun."

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement