JPMorgan Peringatkan RI Rentan Dampak Super El Nino, Inflasi Pangan Mengancam

Jakarta, Aktualis.ID - JPMorgan, salah satu bank investasi global terkemuka, kemarin, Jumat (24/7/2026), merilis laporan riset yang secara spesifik menyoroti kerentanan Indonesia terhadap potensi dampak Super El Nino. Laporan tersebut memperingatkan bahwa fenomena iklim ekstrem ini dapat memicu kenaikan inflasi pangan yang signifikan dan mengganggu stabilitas pasokan komoditas utama di seluruh wilayah Indonesia.

Analisis JPMorgan menggarisbawahi sektor pertanian sebagai yang paling terdampak, dengan potensi kegagalan panen pada komoditas strategis seperti padi, jagung, dan kedelai. Kondisi ini, menurut laporan, akan menekan daya beli masyarakat dan berpotensi membebani anggaran negara untuk subsidi atau impor pangan. Peringatan ini disampaikan di tengah persiapan pemerintah menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi akan lebih ekstrem.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Ekonom senior dari Lembaga Riset Ekonomi Nasional (LREN), Dr. Budi Santoso, menanggapi laporan tersebut. "Peringatan dari JPMorgan ini harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat implementasi strategi mitigasi. Kita tidak bisa lagi menunda diversifikasi sumber pangan dan penguatan infrastruktur irigasi," ujar Dr. Budi saat dihubungi hari ini, Sabtu (25/7/2026).

Laporan JPMorgan juga menyoroti bahwa dampak El Nino dapat meluas ke sektor lain, termasuk energi, akibat penurunan debit air pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan peningkatan permintaan listrik untuk pendinginan. Hal ini berpotensi menambah tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui subsidi energi.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement