Pemerintah Resmi Turunkan Harga Pertamax dan Dex Series Mulai Hari Ini, 1 Agustus 2026
Penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan setiap bulan, mengacu pada formula yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yaitu harga rata-rata Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus serta nilai tukar rupiah. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan harga jual BBM di dalam negeri tetap kompetitif dan mencerminkan kondisi pasar global. Sepanjang tahun 2026, harga BBM non-subsidi telah mengalami fluktuasi sebanyak tiga kali, dengan dua kali kenaikan dan satu kali penurunan yang terjadi hari ini.
"Penurunan harga Pertamax dan Dex Series ini tentu kabar baik bagi pelaku usaha logistik dan transportasi barang," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO), Gemilang Santoso, saat dihubungi terpisah. "Meskipun tidak sebesar yang kami harapkan untuk menekan biaya operasional secara drastis, ini setidaknya memberikan sedikit ruang gerak di tengah tantangan ekonomi yang masih ada. Kami berharap stabilitas harga minyak global dapat terus terjaga."
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Suryani, menambahkan bahwa langkah ini menunjukkan fleksibilitas pemerintah dalam merespons pasar. "Namun, fokus utama seharusnya tetap pada reformasi subsidi energi agar manfaatnya lebih tepat sasaran dan tidak membebani anggaran negara secara berlebihan," jelas Dr. Rina. "Penurunan harga BBM non-subsidi ini adalah cerminan pasar, bukan kebijakan subsidi yang fundamental."
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.