Pimpinan MPR Temui Prabowo di Istana, Bahas Sinergi dan Wacana Amandemen UUD 1945

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Arya Wijaya, S.H., M.H., menyoroti kompleksitas wacana ini. "Pengembalian GBHN memerlukan amandemen UUD 1945, sebuah proses yang tidak sederhana dan membutuhkan konsensus politik yang kuat. Jika terealisasi, ini akan mengubah lanskap perencanaan pembangunan nasional secara fundamental, berpotensi membatasi diskresi presiden namun di sisi lain menjamin kesinambungan program. Tantangannya adalah bagaimana merumuskan GBHN yang adaptif terhadap dinamika zaman tanpa mengulang kelemahan di masa lalu," kata Dr. Arya. Ia juga mengingatkan bahwa pembahasan amandemen konstitusi harus dilakukan dengan sangat hati-hati, melibatkan partisipasi publik yang luas, agar tidak menimbulkan gejolak politik.

Pertemuan ini mengindikasikan bahwa agenda konstitusional, khususnya terkait arah pembangunan negara, akan menjadi salah satu prioritas pembahasan antara lembaga legislatif dan eksekutif di masa mendatang.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga
Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement