Evi, Dengan Tongkat dan Harapan, Berjuang di Bursa Kerja Jakarta

Jakarta, Aktualis.ID - Evi (28), dengan map lamaran kerja di tangan dan tongkat sebagai penopang, terlihat berjuang menembus keramaian Job Fair Nasional di Balai Sidang Jakarta hari ini, Rabu (29/7/2026). Ia adalah salah satu dari ribuan pencari kerja yang memadati acara tersebut, namun dengan tantangan tambahan: minimnya aksesibilitas dan pemahaman inklusi dari banyak perusahaan peserta.

Sejak pagi, Evi telah berpindah dari satu stan ke stan lain, menyerahkan berkas lamaran dan mengikuti sesi wawancara singkat. Perjuangannya mencari pekerjaan yang layak telah berlangsung selama delapan bulan terakhir, sebuah periode yang diwarnai oleh penolakan dan janji-janji yang tak kunjung terealisasi, seringkali karena kondisinya sebagai penyandang disabilitas fisik.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Saya hanya ingin kesempatan yang sama," ujar Evi dengan suara pelan, saat ditemui di sela-sela keramaian. "Banyak perusahaan yang seolah-olah membuka lowongan untuk disabilitas, tapi saat wawancara, pertanyaan mereka justru fokus pada keterbatasan fisik saya, bukan pada kemampuan atau pengalaman kerja saya." Evi, lulusan D3 Administrasi Perkantoran, memiliki pengalaman kerja dua tahun di sebuah perusahaan swasta sebelum kontraknya tidak diperpanjang.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa banyak fasilitas di Job Fair, seperti jalur khusus atau toilet ramah disabilitas, masih belum memadai. Beberapa stan perusahaan bahkan berada di area yang sulit dijangkau oleh pengguna kursi roda atau tongkat. Hal ini mencerminkan celah dalam implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, khususnya Pasal 53 yang mengamanatkan kuota minimal 2% bagi penyandang disabilitas di instansi pemerintah dan 1% di perusahaan swasta.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement