Prabowo Resmikan Renovasi Stasiun Semarang Tawang, Soroti Dampak UMKM

Namun, di balik kemegahan yang baru, renovasi ini juga menyisakan cerita lain. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya menggantungkan hidup di sekitar area stasiun kini harus mencari lokasi baru. Penataan ulang area komersial di dalam stasiun lebih memprioritaskan gerai modern dan waralaba, menggeser keberadaan usaha mikro yang telah lama ada.

"Kami senang stasiun jadi bagus, tapi kami yang kecil-kecil ini jadi bingung mau jualan di mana. Dulu bisa mangkal di depan, sekarang sudah tidak boleh," keluh Ibu Sumiati (55), seorang penjual nasi rames yang telah berjualan di sekitar Stasiun Tawang selama lebih dari 30 tahun. "Harapan kami ada solusi dari pemerintah daerah, agar kami juga bisa ikut merasakan manfaat pembangunan ini."

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Bapak Budi Santoso, menyatakan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan beberapa lokasi relokasi bagi para PKL. "Kami tidak ingin ada yang tertinggal. Revitalisasi ini memang butuh penataan, namun kami berkomitmen untuk mencari solusi terbaik bagi para pelaku UMKM agar tetap bisa berusaha," jelas Budi.

Peresmian ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan layanan transportasi publik di Jawa Tengah, sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan infrastruktur dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement